Ayo, Bantu Anak Belajar Efektif

Tidak hanya orang tua, anak juga memiliki segudang aktifitas yang padat. Ketika anak sampai di rumah, anak sudah kelelahan dengan segala aktifitas di lingkungan sekolah. Ditambah lagi kegiatan di luar sekolah seperti les yang semakin menyita waktu anak. Akibatnya anak menjadi kelelahan sehingga kurang kosentrasi dalam kegiatan belajar.


Untuk membantu anak menyerap pelajaran, anak perlu melakukan kegiatan belajar efektif. Apa itu belajar efektif? Belajar efektif merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan dan terjadwal. Belajar efektif menekankan pada metode belajar, bukan dari lama waktu belajar. Namun dalam belajar efektif anak perlu memperbanyak frekuensi belajar.


Menurut Terapis Edukasi, Agatha Dinda, S.Pd., terdapat empat cara belajar efektif. Pertama, ketahui dan kenali gaya belajar. Terdapat tiga macam gaya belajar yaitu gaya belajar secara audio (mendengar), visual (melihat) dan kinestetik (bergerak). Dengan mengetahui gaya belajar, maka pelajaran akan lebih mudah di serap oleh anak. Jadikan proses belajar tersebut menjadi menyenangkan. Misalkan anak dengan gaya belajar visual, dapat membuat rangkuman dengan menggunakan spidol warna warni atau anak dengan gaya belajar kinestetik dapat langsung mengamati tumbuh-tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitarnya.


Kedua, belajar di tempat yang nyaman. Pilih tempat belajar yang nyaman, bersih, dan tenang karena tempat belajar mempengaruhi konsentrasi Anak. Awasi anak untuk tidak menggunakan alat komunikasi saat belajar. Selain itu, orang tua dapat menunjang kegiatan belajar anak dengan menyiapkan fasilitas yang memadai. Pencahayaan yang terang juga akan membantu anak berpikiran secara jernih dan lebih terbuka. Bangun suasana yang nyaman dan kondusif sehingga materi yang dipelajari mudah terserap.


Ketiga, selingi kegiatan belajar dengan istirahat. Belajar dalam waktu yang lama akan membuat anak jenuh dan hilang kosentrasi. Anjurkan anak untuk membagi waktu belajarnya menjadi beberapa sesi. Kemudian selingi dengan istirahat. Misalkan belajar selama 1 jam, setiap 20 menit anak dapat beristirahat terlebih dahulu. Keluar dari ruang belajar untuk refreshing atau ambil makan minum untuk menambah energi.


Terakhir, mengerti bukan menghafal. Sesuatu yang dihafal akan cepat dilupakan oleh anak. Namun, jika anak mengerti materi yang ia pelajari, ia akan paham dengan materi tersebut. pemahaman ini akan membantu anak untuk menganalisa jawaban. Jadi ketika soal yang diberikan bervariasi, anak tetap akan bisa menjawab. Anak dapat membaca dan merangkum materi tersebut untuk memudahkan anak dalam memahaminya.


Kualitas belajar tidak ditentukan dari lama waktu belajar. Untuk meningkatkan kualitas belajar anak perlu melakukan kegiatan belajar efektif. Kegiatan belajar efektif dibangun dari kerjasama antara anak dan orang tua. Orang tua perlu memfasilitasi dan memotivasi kegiatan belajar anak, sehingga anak dapat belajar secara nyaman dan kondusif. Jangan lupa juga untuk memberikan reward sebagai apresiasi ketika anak berprestasi di sekolah.

(Rezki Novrianti.)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *