Aku Siap Makan Sendiri

Tingkah laku anak yang menggemaskan memang membuat orang tua selalu ingin memanjakannya. Namun seiring dengan perkembangannya, anak juga perlu menguasai keterampilan-keterampilan yang menunjang kemandiriannya saat dewasa nanti. Salah satu aktivitas dasar yang perlu ia kuasai adalah makan secara mandiri.

Mengajarkan anak makan secara mandiri memang gampang-gampang susah. Dibutuhkan pengawasan serta kesabaran orang tua dalam prosesnya, namun bukan hal yang tidak mungkin ia dapat menguasainya di usia dini. Menurut Terapis Okupasi Mentari Anakku Siti Aisyah, S.Tr.Kes, “Mengajarkan anak makan secara mandiri, dapat dilakukan ketika anak berusia 6 bulan. Yang perlu diperhatikan adalah usia dan tahap perkembangan otak anak, sehingga cara mengajarkannya disesuaikan dari hal tersebut.”

Ibu Aisyah menuturkan bahwa saat berusia 6 bulan, kemampuan kontrol leher dan kepala anak mulai berkembang. Sehingga ia mampu mempertahankan kestabilan posisi kepala saat duduk. Anak juga mulai menunjukkan ketertarikan dengan benda-benda sekitar. Ia mampu meraih dan menggenggam dengan telapak tangannya. Selain itu, saat usia ini anak mulai eksplorasi oral dengan memasukkan objek ke mulutnya. Pada tahap inilah anak siap diajarkan makan secara mandiri.

Untuk permulaan ajarkan anak makan menggunakan tangan. Berikan anak potongan makanan yang mudah dikunyah dan ditelan untuk diambil menggunakan tangannya (misalnya potongan labu rebus yang mudah digenggam atau biskuit bayi). Jangan lupa membiasakan anak duduk di kursi saat makan.Jika ia belum bisa duduk sendiri, orang tua dapat memangku anak. sehingga anak mengerti jika saatnya makan ia harus duduk di meja makan. Hindari makan sambil bermain atau menonton tv karena akan memecah kosentrasinya.

Ketika anak berusia 12 bulan, perkembangan keterampilan motor anak berkembang secara signifikan. Khususnya perkembangan anak untuk duduk secara mandiri. Selain itu, anak mulai menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil benda-benda di sekitarnya. “Pada tahap ini, orang tua dapat melatih anak untuk mengambil makanan padat (finger food) seperti kue, biskuit dan buah dalam bentuk potongan dengan menggunakan telunjuk dan ibu jarinya. Setelah ia menguasainya, orang tua bisa melanjutkkan ke tahapan selanjutnya yaitu memperkenalkan sendok untuk makan dan gelas untuk minum,”saran Ibu Aisyah.

Memasuki usia 12-24 bulan, keterampilan motorik kasar, motorik halus dan oral motor anak berkembang semakin baik. Saat usia ini orang tua dapat memulai mengajarkan anak makan menggunakan sendok. “Di awal penggunaan, mungkin banyak makanan yang berceceran, namun orang tua tidak perlu khawatir akan hal tersebut. Orang tua dapat tetap membantu  menyuapi anak saat makan dan anak mempunyai sendoknya sendiri untuk latihan makan. Seiring dengan perkembangan kemampuannya, bantuan orang tua untuk menyuapi anak dapat diminimalisir,” sambung Ibu Aisyah.

Ketika anak mampu makan secara mandiri, ia memiliki kontrol terhadap dirinya. Ia tahu kapan waktunya ia harus makan dan berhenti setelah kenyang. Selain itu makan merupakan salah satu aktivitas yang melibatkan motorik halus. Ketika anak belajar makan secara mandiri maka kemampuan motorik halusnya semakin berkembang. Keterampilan ini akan menunjang kemampuan lainnya seperti menulis, mengetik, menyisir rambut, menggosok gigi dsb. Untuk itu, ayo ajarkan anak makan secara mandiri sejak dini. Selamat Hari Gizi Nasional!

(Rezki Novrianti, Gambar: Unknown)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *