Apa Itu Sekolah Khusus?

Ketika anak mulai beranjak dewasa, orang tua seringkali dihadapkan dengan masalah pendidikan. Masalah umum yang sering kali muncul adalah memilih sekolah yang tepat untuk anak. Tentu memilih sekolah yang cocok untuk anak bukanlah perkara mudah. Bagaimanapun juga sekolah merupakan rumah kedua baginya. Anak akan menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah.

Di sisi lain, orang tua pasti mengharapkan anak belajar banyak di sekolah termasuk hal- hal yang tidak bisa ia pelajari di rumah seperti bersosialisasi dengan teman dan guru. Begitu juga yang diharapkan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.

Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan setiap anak terutama anak berkebutuhan khusus (ABK), pemerintah mendirikan sekolah khusus. Hal ini di tegaskan dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 32 ayat 1 yaitu “Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa”. Dalam perkembangannya terdapat dua jenis sekolah khusus yaitu Sekolah luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi. Berikut penjabaran masing-masing sekolah khusus bersama dengan Terapis Edukasi, Agatha Dinda, S.Pd.

Sekolah Luar Biasa (SLB)

Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan lembaga pendidikan formal yang melayani pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Pada dasarnya tingkat/jenjang SLB sama dengan sekolah umum yaitu TK hingga SMA, namun yang berbeda adalah cara penyebutannya saja. Untuk SLB setiap jenjang ditambahkan kata luar biasa, misalkan untuk jenjang SD menjadi Sekolah Dasar Luar Biasa atau disingkat SDLB.

SLB berbasis pada kurikulum nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Kurikulum tersebut dirancang khusus berdasarkan kategori difabel anak. Oleh karena itu, pada SLB anak dikelompokkan berdasarkan kemampuannya. Untuk anak-anak penyandang tuna netra di kelompokkan pada bagian A, bagian B untuk tunarungu, bagian C untuk tunagrahita ringan, bagian C1 untuk tunagrahita sedang, bagian D untuk tunadaksa ringan, bagian D1 untuk tunadaksa sedang, bagian E untuk tunalaras dan bagian G untuk tunaganda. Pembagian tersebut bertujuan agar layanan pendidikan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan setiap anak.

Tidak hanya itu untuk menunjang penilaian akademis anak, SLB juga memberikan program khusus untuk setiap anak. Program tersebut disesuaikan dengan kemampuan setiap anak. Untuk anak penyandang tunanetra diberikan program orientasi dan mobilitas, untuk tunarungu diberikan bina komunikasi persepsi bunyi dan irama, untuk tunagrahita diberikan bina diri, untuk tunadaksa diberikan bina gerak dan untuk tuna laras diberikan bina pribadi dan sosial. Program khusus ini kemudian dituangkan dalam Program Pembelajaran Individual (PPI) masing-masing anak.

Sekolah Inklusi

Sekolah inklusi merupakan sekolah yang menggabungkan layanan pendidikan khusus dan regular dalam satu sistem persekolahan. Di sekolah ini, ABK diberikan kesempatan untuk belajar bersama anak pada umumnya. Penyandang difabel tidak dibedakan dengan anak yang bukan penyadang difabel. Penyetaraan ini bertujuan untuk mengajarkan anak tentang keberagaman.

Berdasarkan tujuan tersebut, sekolah inklusi menggunakan kurikulum nasional seperti pada sekolah umum. Metode belajar yang digunakan pun bersifat klasikal. Anak diharapkan dapat mengikuti tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan jenjang sekolah. Namun untuk membantu ABK memenuhi tujuan tersebut, ABK didampingi oleh guru pendamping atau yang biasa disebut dengan shadow teacher. Shadow teacher berperan membantu dan menfasilitasi anak selama proses belajar sehingga pembelajaran yang diperoleh anak di sekolah dapat maksimal.

Apapun pilihan sekolah khusus yang ditentukan oleh orang tua, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang terpenting adalah orang tua perlu memperhatikan nilai-nilai penting bagi keluarga, kebutuhan dan karakteristik anak, serta visi misi sekolah. Ketiga unsur tersebut perlu berjalan berkesinambungan sehingga sekolah yang ditunjuk merupakan yang terbaik untuk anak dan orang tua. 

(Rezki Novrianti. Gambar: Unknown)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *