Diving into Heavy Work Activities: Mengenal Lebih Dalam Aktivitas yang Penuh Manfaat

Pernahkah #keluargamentari mendengar istilah heavy work activities? Mungkin, pernah disampaikan oleh Terapis Okupasi saat konsul ataupun setelah membaca konten & berita terkait Terapi Okupasi? Kira-kira apa ya itu…?

Heavy work activities adalah aktivitas yang dapat memberikan beragam input sensori, terutama input somatosensori (taktil & proprioseptif), serta vestibular pada tubuh. Input-input tersebut penting untuk membantu seseorang meregulasi dirinya (merasa lebih tenang) dan lebih terkoneksi dengan lingkungannya.

Heavy Work & Deep Pressure: Sama atau Beda?

Jawabannya adalah heavy work & deep pressure adalah dua hal yang berbeda, tetapi memiliki keterkaitan yang erat. Input somatosensori juga sering dikenal dengan istilah deep pressure. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa heavy work merupakan bentuk aktivitasnya dan deep pressure adalah input sensori yang didapat dari heavy work activities.

Cocok untuk?

Semua anak, terutama anak-anak dengan kemampuan sensorimotor yang perlu dioptimalkan. Setiap anak memiliki kebutuhan sensori yang berbeda dan beragam, termasuk sensori yang terkait dengan gerakan. Mungkin sebagian anak dapat memenuhi kebutuhan geraknya dari aktivitas yang ia lakukan sehari-hari, tetapi terdapat pula anak-anak yang memiliki kebutuhan gerak yang lebih besar dan perlu difasilitasi lebih lanjut (seeking). Selain itu, terdapat pula anak-anak yang menghindari input gerak tertentu (avoiding). Perlu digarisbawahi bahwa heavy-work activities perlu disesuaikan (bentuk dan intensitasnya) dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak untuk menghindari adanya cedera maupun efek samping yang membahayakan.

Bentuk aktivitas?

Aktivitas yang melibatkan gerakan mendorong, menarik, menahan, dan menyeimbangkan dapat dikategorikan sebagai aktivitas heavy work. “Heavy work” tidak harus menggunakan beban yang berat. Aktivitas heavy work sebaiknya bersifat fun & meaningful, dapat dilakukan dengan setting bermain (play) atau dalam bentuk aktivitas keseharian di rumah. Aktivitas ini juga lebih menarik jika dilakukan bersama dengan orang lain (kolaboratif). Berikut adalah beberapa contoh aktivitas heavy work yang dapat dilakukan oleh anak:

Keseharian di Rumah:

  1. Menyapu daun di halaman dan mengepel lantai
  2. Memindahkan sampah ke luar rumah
  3. Mendorong keranjang berisi baju
  4. Menjemur baju pada tali/tempat jemuran
  5. Membawa tas berisi barang belanjaan ke dalam rumah
  6. Terlibat dalam proses memasak (memotong sayuran, mengaduk & menguleni adonan, mengisi panci dengan air)
  7. Membawa barang sembari menaiki atau menuruni tangga
  8. Menuangkan minuman dari pitcher (teko) ke gelas dan membawa nampan berisi beberapa gelas minum
  9. Menyiram tanaman di halaman rumah dengan penyiram

Aktivitas Outdoor:

  1. Bermain sepeda di taman
  2. Bermain lempar-tangkap bola dengan bola beban
  3. Berenang
  4. Berjalan seperti hewan, seperti berjalan beruang, berjalan jongkok seperti bebek, melompat jongkok seperti katak & kelinci
  5. Bermain lompat engklek atau dampu
  6. Bergelantung pada pohon atau monkey bar
  7. Bermain lompat tali atau melompat di trampolin
  8. Tracking wisata alam, misal ke bukit atau air terjun kecil
  9. Berjalan-jalan menggunakan transportasi umum (misal, bus & kereta), berdiri saat di kendaraan, transit/berpindah antar halte & stasiun, serta menaiki dan menuruni tangga

Aktivitas Indoor:

  1. Mendorong kereta belanja di supermarket
  2. Meremas playdoh, squish ball, atau bantal
  3. Bermain twister
  4. Memindahkan air dengan spons dari 1 ember ke ember lain
  5. Meniup bubble dan berlari menangkap bubble
  6. Melompat (crash & fall) ke sofa atau kasur
  7. Menarik & memendekkan poptube
  8. Mengetok mainan dengan palu (pound & peg hammer toys)
  9. Menjepit objek dengan kaki dan memindahkannya dari satu sisi tubuh ke sisi lainnya

Manfaat?

  • Sebagai penyedia input sensori (terutama, taktil, proprioseptif, dan vestibular) yang aman dan dapat dilakukan secara konsisten. Sebagai contoh, pada anak yang mencari input gerak lebih, gerakan berbahaya seperti melompat dari furnitur yang tinggi atau berlari lalu menabrak orang lain, frekuensinya dapat berkurang.
  • Aktivitas memanjat wall climb, tangga, pohon, atau permukaan lainnya dapat meningkatkan dan mengoptimalkan ketahanan fisik, kekuatan otot tubuh, dan keseimbangan. Selain itu, dapat pula mendukung terjadinya sosialisasi dengan orang lain dan mengasah kemampuan mengekspresikan perasaan dan emosi.
  • Aktivitas fisik di keseharian juga berkontribusi dalam meningkatkan kebugaran tubuh, menstimulasi partisipasi dalam kegiatan berkelompok, mencegah gaya hidup minim gerak dan meningkatkan motivasi untuk bergerak, serta memastikan adanya stimulasi sensorimotor yang konsisten melalui habituasi (pembiasaan diri).

Semoga penjelasan dan aktivitas-aktivitas yang telah disampaikan di atas dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplor aktivitas heavy work bagi #keluargamentari di rumah, sekolah, maupun di lingkungan lainnya 🙂

Ditulis oleh: Nisrina Virnanda, A.Md.OT

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *